Suatu sore di Markas pusat Akatsuki, Kabuto sedang memperlihatkan mayat-mayat dalam peti yang telah dihidupkannya dengan Edo Tensei.
"Pertama-tama, Jinchuriki mulai dari ekor dua sampai tujuh ... Kemudian, para Kage ... Lalu, para Shinobi yang hebat pada masanya"
"Aku benci mengakuinya ... Tapi, Kau lumayan hebat"
"Ini masih belum apa-apa ... Simpanlah kekagumanmu untuk yang satu ini" Kabuto mulai merapal jutsunya.
Madara hanya diam menonton.
Boof ... Kabuto mensummon puluhan, bahkan mungkin ratusan peti mati.
"Ini dia ..." perlahan peti-peti itu terbuka.
Yamato yang masih terikat, bangun dari pingsannya. Matanya mengarah ke arah ratusan mayat hidup yang telah bersiap siaga, beberapa puluh meter dari tubuhnya.
"Mustahil ..."
"Kabuto ... Kau ..."
Madara begitu terkesima.
"Dengan ini, aku yakin kita akan memenangkan pertempuran ini ..."
Diluar markas, Tokuma sedang mengamati keadaan.
"Apa yang kau lihat?" tanya Anko.
"Tidak mungkin ... Mustahil ... Pasukan mereka ..."
"Cepat jelaskan!!"
"mereka ... mereka dibangkitkan kembali oleh Kabuto ..."
"mereka?? siapa yang kau maksud!?"
"mereka ... Aizen, para Espada, Vegeta, para suku seiya, Gold D. Roger, aah ... Terlalu banyak ... aku tak bisa menyebutkannya satu-persatu"
"Kau tidak bercanda kan!?"
"Kapten! Telah terdeteksi tekanan roh yang begitu dahsyat!!"
"Ya ... Aku bisa merasakannya ... perasaanku bilang akan terjadi hal yang buruk" Tekanan roh mayat-mayat yang dihidupkan Kabuto terasa hingga ke ruang investigasi Komunitas Roh.
"beritahu seluruh Kapten untuk bersiap-siap menghadapi kemungkinan terburuk" pinta Kurotsuchi, kapten divisi 13.
"Raikage-sama!! Kami telah menerima surat dari bocah byakugan!"
"Ada kabar apa!?" Tsunade memotong perkataan salah seorang ninja Kirigakure.
"Hokage-sama, gawat ..."
Raikage mengambil surat tersebut dan langsung membacanya.
"Kurang ajar ..."
Kertas tersebut hancur digenggaman tangannya.
"Panggil seluruh pasukan dari seluruh Jagad Raya!!"
"Siap!!"
"Apa ini?? Ugh ... aku tak bisa menggerakan tubuhku"
"Inikah neraka?? Tempat para dewa kematian?" Kira yang merupakan salah satu mayat yang dihidupkan Kabuto bertanya-tanya.
"Tuan-tuan sekalian ... aku ingin meminta bantuan kalian, kalian akan menjadi pasukan tempurku" Madara membuka percakapan.
"Kalian telah berada dibawah kendaliku ... mau tidak mau, kalian harus membantu"
Tambah Kabuto.
"Hahaha ..."
Vegeta tertawa.
"Kau pikir kau bisa mengendalikan pangeran seiya ini?" Vegeta berusaha melawan kontrol Kabuto.
"Jangan memaksakan dirimu! Kau tak akan bisa bebas dari kontrol Edo Tensei!!" ucap Kabuto percaya diri.
"Hyaaaaaaa...!!" Vegeta pindah ke mode super seiya.
Buakkkk ...
Pukulan panas menghantam wajah Kabuto.
"Jangan bercanda ... aku tak suka dikendalikan"
Madara siap siaga dengan Rinengan barunya.
"Tenanglah ... aku tetap akan membantu kalian"
ucap Vegeta.
"Pertempuran ya ... sepertinya menarik ..." Sosuke Aizen keluar dari petinya.
"Dengan ini, kita akan bisa membalas dendam!"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar